bettilt giriş bettilt giriş bettilt pin up pinco pinco giriş bahsegel giriş bahsegel paribahis paribahis giriş casinomhub giriş rokubet giriş slotbey giriş marsbahis giriş casino siteleri

School Info
Saturday, 25 Apr 2026
  • Selamat Datang di Website resmi SMA Negeri 15 Semarang | Supported by LK Computer
  • Selamat Datang di Website resmi SMA Negeri 15 Semarang | Supported by LK Computer
21 May 2025

PENTASKAN KEBERAGAMAN DENDANGKAN PERSATUAN – Gelar Karya P5 Kelas X serta Perpisahan Kelas XII

Wed, 21 May 2025 Read 425x

Pada tanggal 15 mei 2025, sekolah SMA Negeri 15 Semarang mengadakan gelar karya P5 kelas 10 yang bertema pentaskan keberagaman dendangkan persatuan serta perpisahan kelas 12. Acara ini mewujudkan semangat kolaboratif antara siswa-siswi kelas 10. Gelar karya P5 ini mengusungkan antara musikalisasi, puisi, dan sendra tari. Pentas P5 kelas 10 mulai dari:

1X1 : Pertunjukan musikalisasi puisi dan sendratari yang menggambarkan perjuangan Pangeran Diponegoro demi menentang kekuasaan kolonial Belanda, diangkat dari puisi karya Chairil Anwar berjudul “Diponegoro”

X2 : Sogokan atau suap menjadi penguasa di negeri tersebut, menguasai segalanya, dan mengacaukan keadilan. “Di Negeri Amplop” karya K.H.A. Mustofa Bisri

X3 : Membawakan musikalisasi puisi “Kinilah Saatnya Berterus Terang” karya Mustofa Bisri dengan makna pentingnya berterus terang agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi antara sesama manusia dan menciptakan suasana yang lebih damai. Disertai dengan gerak tari yang selaras dengan makna puisi.

X4 : Pertunjukan musikalisasi puisi dan sendratari yang menggambarkan kehidupan orang miskin yang sebenarnya satire, diangkat dari puisi karya Suyono Suyatno berjudul “Orang Miskin”

X5 : “kepada para pemulung desaku” karya Malik Abdul pertunjukan musikalisasi dan sendratari yang menggambarkan pemulung miskin yang hidup penuh gaya, tetapi nantinya akan hancur oleh gaya mereka sendiri.

X6 : Puisi “Kau dan Aku” karya Ahmadun Yosi Herfanda menggambarkan cinta yang mendalam dan tulus antara dua insan yang dipisahkan oleh jarak serta perbedaan suku dan budaya. Melalui ungkapan puitis dan simbolik, puisi ini menekankan bahwa cinta sejati tidak memandang perbedaan latar belakang; justru cinta menyatukan dua jiwa menjadi satu, melampaui batas-batas fisik dan sosial. Pesan utamanya adalah bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih.

X7 :Bhūmi Vandana, Bhūmi yang berarti tanah/bumi, Vandana yang berarti pujian/penghormatan. Sendratari ini adalah bentuk pujian dan rasa syukur kepada bumi yang memberi kehidupan melalui sawah dan ladang. Sendratari ini diangkat dari puisi “Doa Syukur Sawah Ladang” karya Emha Ainun Nadjib.

X8 : Permohonan seorang prajurit kepada Tuhan untuk kekuatan dan keberanian dalam peperangan, serta permohonan agar perbuatan tersebut mengantarkan pada kemerdekaan. Diangkat dari puisi karya WS Karya “Doa Serdadu Sebelum Perang”

X9 : ‘Kau’ oleh Nuke Hanasasmit mengandung penggambaran kritik sosial terhadap ketidakadilan dan kesenjangan yang dialami oleh masyarakat kelas bawah serta menyoroti bagaimana mereka yang berkuasa sering kali tidak peduli dengan penderitaan orang lain dan malah memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri.

X10 : Judul sendra tari “Doa yang Menari dalam Gelap” Makna: di tengah kegelapan prasangka, kami menyalakan cahaya lewat gerak. kami berdoa—dengan tubuh, dengan kata, dengan napas dan lewat ini, kami ingin berkata: perbedaan bukan luka, tapi pintu untuk mengenal cinta lebih dalam. Diangkat dari puisi berjudul “Doa” Choiril Anwar.

Sementara itu, siswa kelas 12 mengisi sesi perpisahan dengan rasa bahagia, sedih maupun terharu. Tangis haru dan tawa bahagoa mewarnai suasana menunjukkan bahwa ikatan kebersamaan yang telah terjalain dengan kuat. Dengan acara gelar karya p5 maupun perpisahan kelas 12 menjadi bukti bahwa di tengah perbedaan, kita bias bersatu, dan saling menguatkan. Semoga pesan keberagaman dan persatuan yang dipentaskan hari ini terus tumbuh dalam hati para siswa-siswi.

Penulis: Eliska alifia (Broadcast)

  1. ↩︎
This article have

0 Comment

Leave a Comment