bettilt giriş bettilt giriş bettilt pin up pinco pinco giriş bahsegel giriş bahsegel paribahis paribahis giriş casinomhub giriş rokubet giriş slotbey giriş marsbahis giriş casino siteleri
Proyek ini di selenggarakan oleh kelas X dan kelas XII untuk melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang di adakan oleh sekolah yang melibatkan siswa siswi kelas X dan kelas XII. Acara ini di meriahkan oleh seluruh warga SMA NEGERI 15 SEMARANG. Tema yang di bawakan kali ini adalah KEWIRAUSAHAAN & KEARIFAN LOKAL DI SMA NEGERI 15 SEMARANG. Pada tanggal 14 November 2024 puku siswa-siswi kelas X dan kelas XII melakukan kirab budaya dengan berjalan kaki dari gedung SMA Negeri 15 Semarang hingga kembali lagi di gedung SMA Negeri 15 Semarang.
Siswa-siswi kelas X menggelar karya batik dalam berbagai bentuk, seperti dompet, tote bag, scrunchie, dan celana dalam. Mereka cenderung mematok harga dari 15k hingga 200k. Stand kelas X berada di bawah tenda yang terletak di pinggir lapangan SMA NEGERI 15 SEMARANG, agar dapat dengan mudah terlihat oleh mata para pengunjung sehingga para pengunjung merasa tertarik untuk melihat-lihat bahkan membeli produk kelas X . Siswa-siswi kelas XII membuat gunungan yang berisi sayur-mayur dan buah-buahan yang dimana nanti nya akan di perebutkan oleh seluruh warga SMA Negeri 15 Semarang. Setelah melakukan kirab budaya,siswa-siswi kelas 12 menampilkan tarian daerah singkat, nyanyian dan juga membacakan sinopsis untuk mempresentasikan gunungan yang telah mereka buat.
Beberapa wali murid kelas X mengunjungi stand kelas X. Di antara dari mereka tidak hanya melihat-lihat produk siswa-siswi kelas X saja, melainkan turut membeli produk mereka karena tertarik dengan produknya dan juga sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras anak-anak mereka. Setelah jam istirahat, Seluruh warga SMA Negeri 15 Semarang berkumpul di lapangan dan bersedia untuk memperebutkan sayur-sayuran dan buah-buahan dari gunungan kelas XII. Setelah aba-aba dari Pak Danu, seluruh warga SMA Negeri 15 Semarang langsung berlari menuju ke gunungan yang mereka tuju. Acara berlangsung ricuh dan berdesak-desakan tetapi tidak ada yang terluka karena kericuhan tersebut.
Leave a Comment