bettilt giriş bettilt giriş bettilt pin up pinco pinco giriş bahsegel giriş bahsegel paribahis paribahis giriş casinomhub giriş rokubet giriş slotbey giriş marsbahis giriş casino siteleri
Pada hari Jumat, 23 Mei 2025, pukul 13.00 WIB – 14.00 WIB, SMAN 15 Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) untuk para guru yang bertempat di Ruang Guru SMAN 15 Semarang. Tema utama yang dibahas dalam Kombel kali ini adalah “Chemo Enterpreneurship dan Integrasi Swipe Safe dalam Kurikulum Satuan Pendidikan”. Narasumber pada kegiatan Kombel kali ini yaitu Ibu Kholifatul Khoiriyyah, S.Pd. dan Ibu Sri Haryanti, S.Pd.
Dalam era digital dan globalisasi saat ini, satuan pendidikan dituntut untuk membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, inovasi, literasi digital, dan jiwa kewirausahaan. Salah satu inovasi yang mulai diintegrasikan dalam kurikulum adalah Chemo Enterpreneurship dan Swipe Safe. Chemo Enterpreneurship merupakan pendekatan kewirausahaan yang menggabungkan ilmu kimia dengan praktik bisnis, di mana siswa diajak untuk menciptakan produk ramah lingkungan berbasis kimia, seperti sabun organik, lilin aromaterapi, dan produk kecantikan alami. Program ini bertujuan mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir ilmiah, kerja sama tim, serta menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini.
Di sisi lain, Swipe Safe adalah program literasi digital yang mengajarkan peserta didik untuk menggunakan teknologi secara aman, etis, dan bertanggung jawab. Materi Swipe Safe mencakup etika bermedia sosial, pembuatan kata sandi yang kuat, bahaya membagikan data pribadi di internet, serta strategi membangun jejak digital yang positif. Dengan pemahaman ini, siswa dapat menghindari risiko digital seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan pencurian data, sehingga menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan aman.
Integrasi Chemo Enterpreneurship dan Swipe Safe dalam kurikulum satuan pendidikan dilakukan secara kolaboratif dan tematik. Guru dari berbagai mata pelajaran seperti IPA, Prakarya, Informatika, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) bekerja sama merancang pembelajaran berbasis proyek. Contohnya, di kelas IPA siswa mempelajari reaksi kimia dalam pembuatan produk, sementara di kelas Prakarya mereka mendesain kemasan dan strategi pemasaran. Di kelas Informatika, siswa membuat media promosi digital sekaligus menerapkan prinsip keamanan digital dari program Swipe Safe.
Melalui penggabungan dua program inovatif ini, sekolah tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik siswa tetapi juga menyiapkan mereka menjadi generasi yang inovatif, mandiri, dan bertanggung jawab di dunia nyata. Dengan demikian, peserta didik dapat menghadapi tantangan masa depan dengan kesiapan yang lebih baik, baik dalam aspek kewirausahaan maupun literasi digital, yang sangat penting dalam kehidupan dan dunia kerja modern.
Berikut ini lampiran daftar hadir bapak dan ibu guru yang mengikuti kegiatan tersebut :
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Sp_WnEywqWTc9ppaGFedBm2eNfz4MGBXV3rwIP_hjXM/edit?usp=sharing
Leave a Comment