Keyword
BIJAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL JANGAN MENYEBARKAN HOAX.....TEKUN BELAJAR, BAIK DALAM SIKAP DAN PEDULI LINGKUNGAN
JUMAT, 19 JANUARI 2018
Artikel
Social Care and Go Green Libels 2017
Ditulis tanggal : 18 - 12 - 2017 | Pukul :

Setelah selesai mengikuti Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal, sebanyak 375 siswa kelas 12 SMAN 15 Semarang mengikuti pembukaan Social Care and Go Green. Turut hadir Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah I Semarang Bagus Saputra, Kasubag TU Balai Pembenihan Tanaman Hutan (BPTH) Jawa Tengah Yuni Indriati, pada pembukaan di halaman SMAN 15 Semarang, Rabu (13/12/2017).

Kepala SMAN 15 Semarang Soleh Amin menuturkan, bahwa dalam program tersebut selama 4 hari mulai hari Kamis, (14/12/2017) siswa akan mengabdi di 25 titik panti asuhan, wreda dan cacat ganda di Semarang. Di samping mengabdi, mereka juga membawa dan menanam pohon di lingkungan panti. Pohon jenis buah dan tanaman keras sebanyak 400 benih didapat dari bantuan BPTH Jawa Tengah.

“Kegiatan social care dilakukan dalam bentuk mengabdikan tenaga siswa di panti asuhan, panti wreda dan panti cacat ganda dengan cara bekerja membantu pengasuh panti selama empat hari dari pukul 8 pagi, sampai jam 4 sore. Di samping itu mereka bekerja mengabdikan dirinya untuk menanam pohon di panti tersebut.” terangnya.

Soleh juga menuturkan bahwa social care and go green merupakan tindak lanjut program penguatan pendidikan karakter yang kemudian diimplementasikan lewat program kerja sekolah bidang kesiswaan berdasar pada visi misi sekolah.

“Program ini berdasar pada program pemerintah mengenai penguatan pendidikan karakter serta salah satu dari program untuk mewujudkan visi misi sekolah kita yaitu unggul dalam prestasi, luhur dalam budi pekerti dan peduli lingkungan.” tegasnya.

Kepala BP2MK Wilayah 1, Bagus Saputra mengapresiasi dan sangat senang dengan adanya program social care and go green di SMAN 15 Semarang.

Menurutnya, program ini sebagai penguatan kepribadian siswa dan yang tidak kalah pentingnya upaya membangun pribadi yang peduli, karena saat ini banyak orang yang tidak peduli.

“Saya sangat sanang dengan kegiatan yang sangat positif ini. Unsur kepedulian itulah yang sangat penting, sekarang banyak orang yang tidak peduli. Saya contohkan, anak-anak punk, itu anak yang tidak peduli. Mereka, walaupun mempunyai prinsip hidup, tapi tidak ada gambaran untuk kepedulian.” ujarnya.

Dia juga menuturkan bahwa yang namanya anak peduli itu sangat penting. Peduli menjadikan orang menjadi mudah tergerak untuk menolong, dan itu yang penting, termasuk menanam, merawat pohon itu juga bagian dari kepedulian kepada lingkungan.

Bagus juga mencontohkan di dunia Barat, seperti di Amerika Serikat, kerja sosial menjadi bagian dari sanksi sosial. Misalnya, ada orang yang terkena hukuman pidana ringan, maka sanksi yang diberikan salah satunya adalah kerja sosial seperti merawat orang tua di panti, memberi minum dan makan mereka setiap hari. Tetapi lebih baik hal itu tidak menjadi sanksi untuk kita tapi menjadi budaya kita, apalagi budaya Indonesia terkenal dengan budaya gotong royong dan tolong menolong.

Ditambahkan oleh Waka Kesiswaan Mulyadi Wibowo, S.Pd bahwa “Indonesia budayanya kan gotong royong, tolong menolong, maka sekolah harus menjadi salah satu tempat untuk menyemai kembali fungsi-fungsi kepedulian sosial. Maka luar biasa ini kegiatan social care and go green yang diselenggarakan SMAN 15.” terangnya.